13 Dec 2010

Referensi Pangan

Author: HENRY | Filed under: Uncategorized

Nama saya Henry, dan saya mahasiswa jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan di Institut Pertanian Bogor. Alasan saya memilih jurusan ini antara lain adalah karena saya tertarik dengan pangan, baik dari segi bisnis, manfaat, bahaya, dll. Selain itu, pangan merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia, dan teknologi untuk mengolah pangan akan sangat diperlukan di masa depan di mana ketersediaan bahan pangan tidak dapat mengimbangi pertumbuhan jumlah penduduk lagi.

Kalau jumlah penduduk tidak diiringi dengan kesedian pangan, maka Indonesia akan mengalami krisis pangan. Apa yang harus dilakukan? Jika tidak mau krisis pangan, kita harus kembali melakukan swasembada beras. Meningkatkan produski pertanian, mengatasi keterbatasan lahan, serta penggunaan teknologi yang tepat.

Sama-sama kita ketahui, menyempitnya lahan pertanian disebabkan kepadatan yang kian bertambah, karena jumlah penduduk terus meningkat. Dampaknya adalah terjadi perebutan lahan antara pertanian, industri, dan perumahan. Lahan pertanian di Jawa misalnya, belakangan ini terus menyusut.

Pulau Jawa yang luas daratannya hanya 6,5 persen dari daratan Indonesia, memasok 53 persen kebutuhan pangan nasional. Sementara pembangunan jalan tol trans-Jawa sepanjang 652 kilometer dari Cikampek, Jawa Barat, sampai Surabaya, Jawa Timur, menelan 4.264 hektar lahan yang sebagian besar lahan pesawahan(http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=64637).

Karena hal tersebut, maka kita perlu mengembangkan teknologi pangan lebih jauh lagi, agar dapat mengimbangi pertumbuhan jumlah penduduk manusia dengan lahan yang terbatas dan bahkan semakin menyempit.

Namun dengan adanya perkembangan teknologi pangan, akan menimbulkan masalah-masalah baru seperti bahan tambahan pangan yang berbahaya bagi kesehatan. Dewasa ini, makin marak ditemukannya sejumlah zat berbahaya yang ditambahkan pada makanan yang menjadi konsumsi kita sehari hari. Bahan Tambahan Pangan atau BTP itu umumnya merupakan bahan tambahan pangan yang berbahaya bagi tubuh dan mempunyai dampak buruk bagi kesehatan dan dalam jangka panjang dapat mengakibatkan kematian. Para produsen dan pembuat makanan itu menambahkan bahan tambahan pangan yang berbahaya pada makan yang mereka jual untuk memperlama umur dari makanan tersebut. Bahan tambahan pangan yang berbahaya itu antara lain adalah formalin, boraks, asam salisilat, kalium klorat dan masi banyak yang lain. Zat zat itu umumnya digunakan untuk pembuatan bahan peledak, korek api, pengawet kayu, pengawet jenazah, bahkan pembasmi kecoa. Bisa dibayangkan bagaimana bahayanya bahan bahan tersebut bila ikut dikonsumsi oleh manusia.

Selain zat zat tersebut, produsen acapkali menambahkan zat perwarna kepada makanan. Penambahan ini dimaksudkan untuk membuat tampilan makanan menjadi semakin menarik. Dan juga untuk identitas dari pangan tersebut. Misalnya warna merah untuk makanan dengan rasa strawberry, oranye untuk makanan berasa jeruk dan lain sebagainya. Ada bahan pewarna yang alami seperti kunyit, daun suji tetapi penggunaan bahan alami akanmengakibatkan naiknya ongkos produksi dan juga sifat pewarna alami tidak homogen karena warna yang dihasilkan tidak stabil. Zat pewarna makanan yang berbahaya antara lain adalah alkanet, burnt umber, butter yellow, fast red e, rhodamine b. bahan pewarna ini bukan untuk pewarna makanan. Melainkan ada yang untuk tanah liat, untuk cat, tekstil, dan tinta. Bahan bahan ini semakin marak beredar luas. Oleh sebab itu kita harus bersikap kritis terhadap bahan tambahan pangan. (http://id.shvoong.com/books/guidance-self-improvement/1915161-manfaat-dan-bahaya-bahan-tambahan/).

Namun perkembangan teknologi pangan juga sangat membantu manusia dengan penemuan-penemuan barunya yang unik dan sangat bermanfaat baik dari segi waktu (makanan instant), maupun fungsi (BTP dan pangan fungsional).

Hipocrates, yang banyak dianggap sebagai Bapak Ilmu Kedokteran dunia pernah mengatakan “Let your food be your medicine and medicine be your food.” Hipocrates menyatakan bahwa bila kita menerapkan pola makan sehat maka apa yang kita makan dapat menunjang kesehatan tubuh secara sekaligus menepis berbagai macam penyakit. Jenis makanan yang dapat berfungsi sebagai sumber gizi bagi tubuh manusia sekaligus menepis berbagai macam penyakit tersebut sering disebut sebagai makanan fungsional (functional food), atau sebagian pakar menyebut smart food, sebagai lawan kata dari junk food.

Kecenderungan masyarakat untuk mengkonsumsi makanan fungsional makin berkembang khususnya di negara maju. Mereka bersedia membayar lebih mahal untuk makanan yang bisa menyehatkan tubuh, bahkan menyembuhkan penyakit dan memperlambat proses penuaan. Di Indonesia makanan fungsional pabrikan masih belum menjadi trend. Beberapa merek sudah tersedia di pasaran seperti produk yang mengandung bakteri probiotik, produk-produk fitosterol, asam lemak omega-3 dan likopen. Susu untuk balita sudah banyak mengandung komponen-komponen pangan fungsional, seperti mengandung synbiotik (sinergi antara probiotik dan prebiotik) bahkan serat pangan. Bagi ukuran kantong masyarakat Indonesia mengkonsumsi makanan dan minuman fungsional buatan pabrik adalah sesuatu yang dianggap mewah. Ada pilihan makanan fungsional yang jauh lebih murah bagi masyarakat Indonesia yaitu tempe, yang oleh para ahli pangan dan gizi sudah disejajarkan dengan makanan fungsional.
Tempe telah diketahui oleh masyarakat mengandung protein nabati yang cukup tinggi baik kualitas maupun kuantitasnya, sehingga bisa menjadi pengganti protein daging, telur maupun susu. Tempe juga mengandung asam lemak esensial, mengandung antioksidan yang dapat menghambat proses penuaan, mengandung isoflavon yang berfungsi sebagai anti kanker, vitamin B12 yang tinggi, kaya akan serat makanan, mengandung phospor yang berguna bagi untuk berbagai reaksi metabolisme tubuh serta mengandung antibiotik alami yang dapat menghambat munculnya berbagai penyakit. Artinya, tempe bernilai strategis karena mempunyai kontribusi terhadap asupan gizi masyarakat Indonesia yang tidak bisa diremehkan tetapi harganya relatif murah.
Namun demikian penelitian tentang tempe masih diperlukan jika tempe ingin ditingkatkan sebagai obat, khususnya penelitian yang lebih spesifik tentang komponen-komponen fungsional tempe dan bioavailabilitasnya.(http://www.untag-sby.ac.id/index.php?mod=berita&id=169)

Jadi secara langsung maupun tidak langsung dapat disimpulkan bahwa sepanjang manusia hidup maka selalu membutuhkan pangan dalam kehidupan sehari-hari, nampaknya itulah logika sederhana untuk mencari celah bisnis apa yang kira-kira memiliki prospek di masa depan. Animo pebisnis dunia untuk menggarap bisnis berbasis pangan dalam beberapa tahun ini memang meningkat luar biasa. Tidak hanya di tingkat pelaku usaha, di tingkat penyelenggara negara (pemerintah) pun kini banyak yang makin concern pada industri dan bisnis pangan.

Pangan merupakan kebutuhan paling pokok di antara sejumlah kebutuhan pokok (basic needs) umat manusia. Ia sesuatu yang paling dasar dan dibutuhkan sebelum berbagai kebutuhan lain. Di sisi lain luas lahan untuk pemenuhan kebutuhan pangan semakin menyusut, seiring alokasi lahan untuk kebutuhan lain seperti perumahan, industrialisasi dam lain sebagainya.

Dilema lain perkembangan industrialisasi teah menyebabkan persaingan antara manusia dengan mesin. Banyak bahan pangan yang diolah menjadi biodiesel seperti jagung, kelapa sawit, ketela dan tebu, akibatnya terjadi krisis pangan di mana-mana.

Dengan latar belakang seperti itu, bukan sebuah kesimpulan yang mengada-ada bila di masa depan dikhawatirkan akan terjadi krisis pangan dunia. Setidaknya pandangan dan prediksi seperti itu sekarang telah menjadi keyakinan yang digenggam kuat oleh banyak pengelola pemerintahan dan pebisnis dunia. Siapa pun yang bisa berjaya dan menguasai industri berbasis pangan, dialah yang akan berjaya di masa depan. Siapa pun butuh food security.(http://www.untag-sby.ac.id/index.php?mod=berita&id=169).

REFERENCES :

-http://id.shvoong.com/books/guidance-self-improvement/1915161-manfaat-dan-bahaya-bahan-tambahan/

-http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=64637

-http://galeriukm.web.id/peluang-usaha/bisnis-pangan-peluang-bisnis-masa-depan

-http://www.untag-sby.ac.id/index.php?mod=berita&id=169

bit torrents lotus karls mortgage calculator mortgage calculator uk Original premium news theme